Hey...
Aku datang menepati janjiku. Menemuimu yang jelas-jelas jauh
dari rumahku. Memakai jaket merah agar sinar surya tak menembus kulitku yang sensitive ini, masker
yang menutupi setengah wajah tembamku, membuatnya terlihat seperti iron man kala itu, baskara sedang
merekah siang itu tapi aku senang yang ku tuju adalah dirimu. Saat tiba, aku disambut olehmu “biar aku saja
yang parkirkan motormu, duduk dan tunggu, aku mau mengambil kemejaku” katamu yang terlihat sangat senang melihatku didepan pagar rumahmu. Kau turun dari tangga rumahmu sembari menggulung lengan baju kemeja kotakmu “kita akan ke pantai melihat senja bersama,
terimakasih sudah menepati janjimu”.
Jelas-jelas tujuanmu pantai selatan kala itu, untung saja
kamu tak tau kalau pantai selatan sangat amat tidak senang menghiburku, tapi
kala itu aku bersamamu aku akan mengikutimu, duduk, diam dan memandangmu dari
belakang, eh bukan! Maksudku menikmati pemandangan dengan mata dipenuhi bintang
padahal jelas sekali rembulan saja belum datang.
Aku senang waktu kau bilang lupa arah jalan menuju ke
pantainya. Ku kukendalikan saja arahnya, agar kita menuju ke Bukit Paralayang yang jalannya sedikit menanjak dan tak
jauh dari garis Pantai Selatan, jelas lebih asyik! hehe, maaf ya. Keramaian menyambut kita di lapangan parkir Bukit
Paralayang sore itu, yap sedang ada acara musik ternyata, tapi bukan menonton
acara musik tujuan kita. Kau mampir sebentar membeli air minum lalu kau berikan padaku satu. Kita menaiki anak tangga
menuju tempat yang indah lalu duduk berdua menanti senja.
Tak kusangka, langit yang
sebelumnya merah merekah kini menjadi abu-abu tua, "langit sedang berduka" kataku. Ya, aku tau senja sedang malu karena melihat kita sangat bahagia kala itu. Walau senjaku malu-malu aku tetap saja senang. Karena sore itu kamu yang bersamaku.
Magelang, 24 Maret 2020
Waaah💛
BalasHapusHehe
HapusSweet memories
BalasHapusAwww😂
HapusPasti buat aku
BalasHapusstt nanti ga anon
Hapus